Etos Kehidupan Masarakat Jepang

ETOS KEHIDUPAN MASYARAKAT JEPANG

 

 

Pada saat ini, dunia Timur maupun Barat terpesona dengan kehidupan masyarakat Jepang. Mereka mengakui bahwa etos kehidupan masyarakat Jepang membawa kemajuan bagi bangsa tersebut, meskipun kehancuran Perang Dunia II melanda bangsa itu. Dalam waktu yang hampir sama dengan usia kemerdekaan Indonesia, negeri Jepang telah jauh melesat dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain. Tidak salah pada saat ini kita belajar dari etos kehidupan masyarakat Jepang, mudah-mudahan etos ini dapat dilakukan di Indonesia, khususnya kalian.

 

  1. Sopan dan selalu memikirkan kebutuhan orang lain terlebih dahulu

Di Jepang ada tradisi Ojigi yang artinya membungkuk. Tradisi ini sudah diajarkan sejak usia balita dan selalu dilakukan orang Jepang. Bahkan, ketika sedang berbincang di telepon, orang Jepang juga terbiasa membungkuk sedikit meskipun tidak melihat si lawan bicara. Selain itu, orang Jepang juga memiliki budaya Aisatsu yang berarti budaya untuk selalu berkenalan, mengatakan permisi, dan meminta maaf.

 

  1. Disiplin

Orang Jepang itu selalu tepat waktu. Mereka bisa dipastikan akan selalu on time ketika bekerja, berangkat sekolah, hingga ketika ada janji. Bahkan, ada aturan tak tertulis di Jepang bahwa mereka harus memakai jam digital supaya tidak terlambat dan selalu on time.

 

  1. Berdedikasi

Dedikasi tinggi memang ditunjukkan orang Jepang dalam bekerja. Zaman dahulu ada tradisi Harakiri yaitu merobek perut sendiri yang dilakukan oleh orang Jepang yang merasa malu dan gagal dalam melaksanakan tugasnya. Hal ini berdampak pada kebiasaan mereka sekarang.

Mereka selalu memberikan yang terbaik bagi pekerjaannya dan siap menanggung resiko. Mereka tidak segan untuk mengundurkan diri ketika ketahuan korupsi atau memiliki kinerja yang buruk. Orang Jepang juga terbiasa untuk selalu menaati norma yang ada di lingkungan sosial.

  1. Jujur

Kejujuran juga adalah salah satu nilai positif yang dijunjung tinggi oleh masyarakat negeri Sakura. Bahkan, hal ini bisa dilihat dari kebiasaan kecil di keseharian mereka. Misalnya saja, orang Jepang terbiasa untuk tidak menerima tip dalam segala bentuk. Barang hilang juga bisa dipastikan akan kembali ke tangan pemilik secara mudah karena hampir tak ada pencuri di Jepang.

 

  1. Pekerja keras dan ulet

Orang Jepang sudah terkenal dengan sifat kerja kerasnya. Bahkan, pulang cepat justru dianggap agak memalukan karena pegawai tersebut dianggap ‘tidak dibutuhkan’ oleh perusahaan. Selain itu, dibandingkan negara lainnya Jepang memiliki jam kerja yang paling tinggi yaitu 2450 jam/tahun. Hal ini tentu jauh berbeda dengan Amerika yang memiliki 1957 jam/tahun, Inggris 1911 jam/tahun, dan Jerman 1870 jam/tahun.

Kita bisa belajar kerja keras mereka. Dan tentu saja tanpa melupakan kepentingan lain, seperti keluarga dan lain sebagainya.

  1. Mengutamakan kerjasama

Kerjasama adalah salah satu hal yang diutamakan di Jepang. Biasanya mereka mengutamakan kerja kelompok daripada kerja individu. Selain itu, untuk klaim hasil pekerjaan juga lebih ditujukan kepada tim daripada perorangan.

 

  1. Mereka selalu memberikan kualitas pekerjaan yang terbaik, intinya belajar menjadi

    yang lebih baik tiap hari

Di Jepang ada istilah Shokunin yang berarti, master of master, atau ahli dari segala ahli. Pasalnya, orang Jepang akan melakukan pekerjaannya tersebut terus menerus dan selalu melakukan yang lebih baik dari hari kemarin. Hal ini dilakukan masyarakat Jepang hingga mereka jadi ahli di bidangnya. Selain itu, orang Jepang juga bakal bertahan dengan pekerjaan yang sama terus menerus hingga mereka tua atas nama loyalitas pekerjaan.

 

  1. Mereka selalu bangga dan menjunjung tradisi

Meskipun sudah digerus dengan perkembangan zaman, ada nilai positif dari orang Jepang yang perlu diacungi jempol. Orang Jepang selalu menjunjung tinggi tradisi mereka. Bahkan, mereka selalu merasa bangga akan tradisi yang dimiliki dan memegangnya teguh hingga hari ini.

(https://www.idntimes.com/life/inspiration/pinka-wima/8-prinsip-hidup-orang-jepang/full)

 

Nah, apa yang baik tentu boleh kita contohkan!

Silahkan lakukanlah apa yang dapat kita teladani dalam kehidupan kita saat ini.