Selamat Bermasalah

Selamat Bermasalah

Idiom selamat bermasalah yang menjadi judul tulisan ini tentu tidak sama makna dengan idiom siswa bermasalah. Idiom siswa bermasalah mengacu kepada siswa yang berulang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib sekolah. Selamat bermasalah adalah sebuah refleksi saya setelah membaca buku ketiga dari seorang penulis bernama Laura Lazarus yang berjudul “Unbroken Spirit”. Buku yang masih menceritakan kisah hidup Laura yang pernah mengalami kecelakaan pesawat sebanyak dua kali hingga mengakibatkan perubahan dalam hidupnya. Keadaan dirinya yang awalnya baik-baik saja berubah seketika saat kejadian kecelakaan menimpa dirinya. Masalah demi masalah terus dihadapinya dari rusaknya fisik pada dirinya yang mengharuskan dirinya berada di rumah sakit dan melakukan berbagai tindakan medis demi kesembuhan dirinya hingga permasalahan dengan pihak maskapai penerbangan tempat dirinya bekerja yang tidak mau lagi menanggung biaya pengobatannya. Inilah permasalahan-permasalahan yang dihadapi Laura yang saya anggap jauh lebih besar daripada masalah yang pernah saya hadapi.

Laura tidak pernah mengatakan bahwa ada masalah besar atau masalah besar, dan dia pun tidak berbangga diri akan masalah yang dihadapinya, tetapi dia berbagi sebuah semangat bahwa permasalahan harus dihadapai dengan cara yang berbeda. Satu hal yang penting dicatat bahwa dengan adanya permasalahan kita akan melihat akan karya penyertaan Tuhan. Makin besar masalah yang terjadi dalam diri kita maka semakin luar biasa karya Tuhan yang dinyatakan dalam dirinya. Saya sangat setuju dengan hal itu. Bagi saya, keadaan yang normal-normal saja tidak mampu memberi sebuah pengalaman bersama Tuhan, dibutuhkan sebuah pengalaman luar biasa, seperti perjalanan bangsa Israel yang seharusnya 6 hari di padang gurun menjadi 40 tahun di padang gurun.

Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian takut untuk mengalami permasalahan? Mudah-mudahan jawaban kalian adalah TIDAK. Selamat bermasalah, tetapi jangan jadi siswa bermasalah.